Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan satu-satunya Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah yang pernah berdiri sebuah Pemerintahan Kerajaaan yaitu Kerajaan Kotawaringin. Kotawaringin Barat juga memiliki  Destinasi Wisata Sejarah dan Budaya, Religi, Alam, maupun wisata kuliner dan wisata buatan yg relatif Lengkap dibandingkan dengan daerah lainnya, khusususnya kabupaten-kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Disamping destinasi wisata yang memang dikenal masyarakat bahkan dikenal di dunia seperti Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) tempat hidupnya Kera Besar (orang utan)  dan aneka tumbuhan tropis lainnya, destinasi lain yang tidak kalah menarik dan menjadi andalan wisata alternatif antara lain; Taman Wisata Alam Tanjung Keluang, Pantai Kubu, Pantai Tanjung Penghujan, Gosong Sanggora, wisata sejarah dan budaya seperti Istana Lawang Kuning, Astana Al-Nursari, Rumah Mangkubumi, dll.

Pengenalan Destinasi Wisata “Kampung pelangi” di tepian Sungai Arut, Kelurahan Mendawai, Pangkalan Bun

Dan yang sedang digalakan saat ini adalah wisata “Kampung Pelangi” di tepian Sungai Arut dan wisata “Susur Sungai Arut” dengan menggunakan kelotok wisata, serta Wisata Kuliner seperti yg telah disampaikan dan dikenalkan Bupati Kotawaringin Barat kepada awak media saat pengambilan gambar dan video oleh salah satu Televisi Nasional TVRI untuk program informasi dan berita wisata dan kuliner.

Mencicipi Wisata Kuliner “Coto Menggala” Khas Kotawaringin Barat

Dalam kesempatan itu Bupati Kobar, Ibu Hj. Nurhidayah, SH., MH. menjelaskan bahwa dalam masa kepemimpinannya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Pariwisata termasuk kedalam program prioritas dan program unggulan. Karena melalui pembangunan pariwisata ini akan berdampak pada pembukaan lapangan kerja dan berusaha dengan demikian dapat meningkatkan perekomonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran. Lebih lanjut bupati menghimbau kepada semua pihak untuk dapat memberikan dukungan agar program ini dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.

Wisata “Susur Sungai” menggunakan kelotok di sepanjang Sungai Arut