Home » DESTINASI WISATA » SITUS BUDAYA » Astana Al-Nursari

Astana Al-Nursari

Tidak banyak yang tahu sejarah keberadaan Astana Alnursari yang berada di Kecamatan Kotawaringin Lama, khususnya generasi muda yang bermukim di Kabupaten kotawaringin barat. Dibangunnya Astana Alnursari menunjukkan adanya kewibawaan Pemerintahan kerajaan ketika itu.

Astana Alnursari di Kotawaringin Lama

Astana Alnusari dibangun oleh Pangeran Paku Sukma Negara yang merupakan Sultan Ke-XII dari Kerajaan Kutaringin pada tahun 1857 Putra dari Raja ke IX Sultan Pangeran Ratu Imanudin, fungsi dari Astana Alnursari ini bukanlah sebagai Pusat Pemerintahan dan tempat tinggal Raja, meskipun Raja ke-XII tinggal di Astana Alnursari ini, Yang Mulya Pangeran Paku Sukma Negara menempati Astana alnusari, karena Beliaulah pemilik dan yang membangunnya,  Astana Alnusari tidak lebih lebih merupakan tempat tinggal kerabat dan keluarga dekat Paduka Yang Mulia Raja ke-XII Sultan Pangeran Paku Sukma Negara, saat sekarang menjadi Situs Sejarah yang dilindungi.

Astana Alnursari dibangun dari kayu ulin berbentuk rumah Panggung yang bangunannya berbentuk segi empat panjang. Astana Alnursari terdiri dari 3 (tiga) bangunan yang dihubungkan dengan selasar yang menyatu dengan atap sendiri, dan diantara pertemuan atap bangunan dibuat talang air yang terbuat dari kayu ulin utuh yang dibelah menjadi dua pada bagian tengah dilobangi sebagai tempat aliran air hujan. Ukuran tinggi lantai 190 cm dari permukaan tanah. Pintu bangunan menggunakan model dari daun pintu ganda dengan sistem sumbu kayu, jendela juga menggunakan model daun ganda. Atap bangunan berbentuk pelana kuda yang dikombinasikan dengan bentuk Perisai dan menggunakan sirap atap kayu ulin.

Disamping kiri Astana Alnursari terdapat sebuah bangunan yang diberi nama Pa’agongan, berukuran 7 x 2,5 meter yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda Pusaka Kerajaan, seperti yang terkenal salah satunya adalah “Meriam Beranak”.

Dalam perjalanannya dan seiring bergantinya waktu, yang menempati Astana Alnursari ini adalah keturunan-keturunan dari Pangeran Paku Sukma negara sebagai pewarisnya, yaitu putera laki-lakinya. Pangeran Paku Sukma Negara mempunyai 3 (tiga) orang putera, yaitu : Pangeran Bagawan Kesuma Alam (bergelar “Raja Muda Kutaringin”), Pangeran Kelana Perbuwijaya (Perdipati Kutaringin – Perdana Menteri Kerajaan) dan Pangeran Penghulu.

Para Keturunan Kesultanan Kutaringin didepan Astana Alnursari

Pangeran Bagawan Kesuma Alam mempunyai anak, antara lain adalah Ratu Soerya Margasari dan Pangeran Kelana Perbuwijaya mempunyai anak yang bernama Pangeran Soerya. Yang kemudian kedua saudara sepupu ini, yaitu Ratu Soerya Margasari dan Pangeran Soerya, akhirnya menikahDari kekerabatan itu, maka keturunan inilah yang menjadi pewaris Kutaringin. Hasil Perkawinan sama-sama cucu Raja ke-XII Pangeran Paku Sukma Negara ini, kesemuanya dilahirkan di Astana Alnursari. Keturunan mereka antara lain; Putri Asifah Indra Majelis, Gusti Doemai Anas, dan Gusti Mashuda Anas. Gusti Doemai Anas mempunyai Putra Antara Lain Gusti Djendro Suseno, Gusti Alnasri, Raden Roro Kasyantini, dan yang saat ini menempati Astana Alnursari adalah Gusti Samudra (Putra almarhum Gusti Suseno) Generasi ke-6 dari Pangeran Paku Sukma Negara.

Yang masih dekat kekerabatan juga anak dari Almarhum Gusti Mashuda antara lain : Gusti Zahril, SH, Gusti Sarimatora, Drs. H. Gusti Imansyah, M.Si (Kepala Dinas Pariwisata sekarang), Gusti Hidayatullah, Gusti Salehansyah, Utin Margawati, Gusti Rasydinsyah.  Drs. H. Gusti Imansyah, M.Si (Kepala Dinas Pariwisata) yang merupakan Generasi ke-4 pada tahun 70-an pernah berdiam di Astana Alnursari ini bersama neneknya Ratu Soerya, cucu dari Pangeran Ratu Sukma Negara Sultan ke-XII Kerajaan Kutaringin.

Inilah sedikit sejarah dan trah dari Kerajaan Kutaringin, untuk mengenal lebih dekat bangunan Astana Alnursari, termasuk siapa yang berhak menempati Astana Alnursari ini.

Drs. H. Gusti Imansyah, M.Si dikomplek pemakaman Kerajaan.

 

*Penulis : Drs. H. Gusti Imansyah, M.Si
– Generasi ke-4 Pangeran Paku Sukma Negara Sultan ke-XII Kesultanan Kutaringin
– Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat

TANGGAPAN VIA FACEBOOK

About Kadispar

Drs. H. Gusti Imansyah, M.Si., menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kotawaringin Barat yang dulunya bernama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), dengan pangkat Pembina Utama Muda (IV/c) adalah juga generasi ke-4 keturunan dari Sultan Pangeran Paku Sukma Negara, Raja ke-XII Kerajaan Kutaringin. Sebelum menjabat sebagai Kadispar Kotawaringin Barat, pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ktw. Barat, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Ktw. Barat, Camat Kumai, Camat Sukamara, Camat Kuala Jelai, Camat Balai Riam, Kepala Seksi Perumahan dan Pemukiman Dinas PMD Ktw. Barat, Kepala Bidang Pemeriksa Pemerintahan Pemda Barito Utara, Camat Sumber Barito, Barito Utara. Pernah menempuh pendidikan di : APDN Palangka raya, S2 Administrasi Negara, IIP Jakarta. Pengalaman Pendidikan dan Pelatihan : Diklat Kepemimpinan II di LAN Jakarta, Kursus Kepemimpinan di Pusdik Artileri Bandung selama 4 Bulan, Pendidikan Kemiliteran di Pusdik Infanteri Condet Jakarta. Pengalaman di Organisasi : Sebagai Ketua Kwartir Cabang Pramuka Ktw. Barat, sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Ktw. Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Maaf! Konten kami proteksi!!